city (kampong) : rights, body and rhythm

  Artikel Diskusi “Mementaskan Kampung Kota“ yang diselenggarakan oleh Bandung Performing Arts Forum (BPAF) (20/05/2018) Frans Ari Prasetyo Urbanist – Independent Researcher * fransariprasetyo@gmail.com Kota lahir melalui pemusatan surplus produksi secara spasial dan sosial, maka ia bekerja sebagai unit spasial yang melayani modal sekaligus sebagai arena (perjuangan) kelas-sosial. Pada titik temu inilah usaha untuk menerjemahkan … Continue reading city (kampong) : rights, body and rhythm

mementaskan kampung kota

20 Mei 2018 Pukul 13-18 P.M di Omnispace, Bandung Setiap pembuatan program di Bandung Perfoming Arts Forum (b.p.a.f) pada dasarnya adalah usaha untuk menemukan dan menghubungkan mata rantai seni (pertunjukan) dengan di luar seni. Pertanyaan ini menghadirkan tegangan pada setiap proyek b.p.a.f, seperti tegangan antara sebagai seniman dan sebagai warga, dan tegangan antara sebagai seniman … Continue reading mementaskan kampung kota

Mari berdonasi pada proyek RE/DIS Platform!

Setiap pembuatan program di Bandung Perfoming Arts Forum (b.p.a.f) pada dasarnya adalah usaha untuk menemukan dan menghubungkan mata rantai seni (pertunjukan) dengan di luar seni. Kami membuka investigasi ini melalui pertanyaan disekitar batas teater dan publik, apakah ada perbedaan menjadi warga seni dan warga kota? Pertanyaan ini menghadirkan tegangan-tegangan pada setiap proyek b.p.a.f, seperti tegangan … Continue reading Mari berdonasi pada proyek RE/DIS Platform!

performativity: curatorial and dramaturgy thought between stage and exhibition space [laporan dari the curators academy]

Esai dari The Curators Academy, Theatre Works Singapore.* oleh Riyadhus Shalihin Penekanan kata performativitas sendiri – saya elaborasi dari gagasan & tawaran  selama proses akademi, diantaranya uraian Ong Keng Seng : ‘Performance urgent to engages and interrogates the politics of local, and the site’,  ‘Interdisciplinary academy with focus on performance, to nurture porous context, conversations, … Continue reading performativity: curatorial and dramaturgy thought between stage and exhibition space [laporan dari the curators academy]

menatap arus perpindahan dan kediaman [laporan dari yokohama]

Laporan naratif dari TPAM 2018, Performing Arts Meeting in Yokohama* oleh Taufik Darwis Ini adalah kali pertama saya ke Jepang dan kali kedua setelah di Curatos Academy, Theatre Work Singapore, di mana saya bisa melihat dan bertemu langsung bagaimana pertunjukan dan profesi yang terkait dengan seni pertunjukan dari berbagai kota (Negara di dunia) diundang di … Continue reading menatap arus perpindahan dan kediaman [laporan dari yokohama]

[kritik] dua esai atas teater arsip “membeli ingatan” dari dkj

Di antara yang tersimpan Oleh: Haifa Marwan Saya hanya membayar dua puluh ribu rupiah untuk kembali kepada pertengahan tahun 2004. Ketika saya baru menjadi mahasiswa. Sebuah harga yang cukup murah untuk sebuah perjalanan singkat yang terlampau jauh dari kenyataan sekarang ....     Melamunkan Teater pada Sebuah Cafe Oleh Dendi Madya Kopiah hitam, pisang bohongan, … Continue reading [kritik] dua esai atas teater arsip “membeli ingatan” dari dkj

[kritik] teater menjadi menu makan di café ingatan

link asli: klik disini Kita pun tahu. Hanya di Bandung Rasa lapar diolah jadi pasar Aneka kue nampang di nampan Segala yang cantik ada di butik Kulinari bikin peta jalan sendiri “Di sini, filsafat jadi makanan Dan seni jadi rumah makan!” (Yudhistira ANM Massardi, Sajak Sembilan Kota, 1)   Beberapa orang menganggap seni tidak dapat … Continue reading [kritik] teater menjadi menu makan di café ingatan

[testimoni] memori komunal

Catatan pendek Herra Palasari dari Membeli Ingatan di Bandung. diambil dari album foto facebook.   #superlatepost sempat berapresiasi karya teater eksperimental dari Taufik Darwis di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) yang dulu lebih dikenal dengan nama Landraat, dari judul karyanya #MembeliIngatan mengingatkan saya pada hal-hal yang bersifat memori komunal, masa lalu, cenderung mengaitkannya dengan peristiwa sejarah, kota ataupun hal personal sekalipun. … Continue reading [testimoni] memori komunal

[kritik] kitsch cafe membeli ingatan

link asli: Kitsch Cafe Membeli Ingatan Posted on Oktober 15, 2017by produktplazierung Selalu ada ingatan yang tak tersentuh, tak terbayang, apalagi sampai bisa tersampaikan dengan vivid. Ingatan adalah hal yang kompleks untuk disampaikan, dipresentasikan, kemudian dikemas menjadi sesuatu yang bisa dinikmati khalayak. Karena ingatan adalah hal paling personal yang tersembunyi dalam di tubuh seseorang. Hujan di Jakarta malam itu … Continue reading [kritik] kitsch cafe membeli ingatan